Kemenkes Hebat, Indonesia Hebat

Home

Berita Terbaru

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Adakan Inovasi Pangan Pintar : SKENA, Cegah New Zero Stunting

Tasikmalaya, MNP  Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui kegiatan INOVASI PANGAN PINTAR : SKENA (Sadar Kesehatan, Nutrisi, dan Asupan). Program ini merupakan bentuk kolaborasi bersama Universitas Siliwangi dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Pada Minggu, 16 November 2025, bertempat di Madrasah Bani Musytari, Kp. Lengo RT/RW 004/010, diselenggarakan Lomba Pembuatan MPASI dengan tema Cegah New Zero Stunting. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini diikuti oleh ibu-ibu yang antusias belajar sekaligus berkreasi menyajikan MPASI bergizi bagi buah hati mereka. Melalui lomba ini, para peserta diajak memahami konsep pangan pintar, mulai dari pemilihan bahan makanan yang aman, sehat, dan terjangkau mulai dari penyusunan, pengolahan dan penyaji MPASI yang memenuhi kebutuhan gizi anak usia 6–24 bulan. Kegiatan juga menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal, terutama ikan sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat berperan dalam mendukung tumbuh kembang optimal serta pencegahan stunting. Selain melalui penyuluhan dan lomba, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat turut memberikan dukungan konkret berupa sarana kesehatan untuk masyarakat. Bantuan berupa tempat cuci tangan dan tong sampah diserahkan langsung oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Dini Mariani, S.Kep., M.Kep., kepada Lurah Bantarsari serta RW 10 Kp. Lengo. Pemberian sarana tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kampung ramah anak dengan lingkungan yang sehat dan bersih.

Kegiatan “PANGAN PINTAR: SKENA” diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran gizi keluarga serta memperkuat sinergi orang tua, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat. Bersama-sama, seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia New Zero Stunting—generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.

Sumber : https://www.medianasionalpotret.com/poltekkes-kemenkes-tasikmalaya-adakan-inovasi-pangan-pintarskena-cegah-new-zero-stunting/

Poltekkes Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Perempuan Lewat Pelatihan Bangjale

Tasikmalaya, MNP – Dalam rangka mendukung peningkatan kesehatan keluarga sekaligus pemberdayaan perempuan, Poltekkes Kemenkes menggelar kegiatan Bina Wilayah, Pembinaan Srikandi Sehat di Kampung Lengo, RW 10, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (11/10/2025).

Kegiatan melibatkan masyarakat setempat serta berbagai mitra lintas sektor, termasuk Dinas DP3AKB, Dinas Pertanian, dan Universitas Siliwangi. Mengusung tema “Sinergi Responsif Inovatif Kesehatan Ibu dan Anak Demi Integrasi Sehat, Emansipatif, Harmonis, Aktif, dan Tangguh_.

Program ini menjadi bentuk nyata komitmen Poltekkes Tasikmalaya dalam mendukung program pemerintah daerah melalui penguatan peran perempuan di bidang kesehatan keluarga dan lingkungan.

Salah satu kegiatan unggulan dalam acara ini adalah pelatihan pembuatan serbuk instan “Bangjale” (Bangle, Jahe, dan Lemon), minuman herbal lokal yang kaya antioksidan serta bermanfaat dalam menjaga daya tahan tubuh.

Dr. Nuraji, Apt., M.Farm selaku narasumber utama bersama Dr. Peni Cahyati, SKp., M.Kes, Helmi Diana, M.Keb, dan Dita Eka Mardiani, SST., M.Keb sebagai tim bina wilayah menjelaskan bahwa pelatihan Bangjale bukan hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan produk herbal lokal yang bernilai jual tinggi.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong para perempuan untuk mengembangkan keterampilan wirausaha berbasis bahan alami lokal yang menyehatkan sekaligus bernilai ekonomi. Diharapkan, produk seperti Bangjale bisa menjadi peluang usaha baru bagi pelaku UMKM,” ujar Dr. Nuraji.

Selain memberikan pelatihan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif.

“Kami berharap perempuan di wilayah binaan Kampung Lengo, RW 10 Kelurahan Bantarsari ini menjadi lebih berdaya, sehat, dan mandiri, baik secara ekonomi maupun sosial,” ungkap salah satu anggota tim bina wilayah.

Dengan adanya program Srikandi Sehat, Poltekkes Tasikmalaya berharap lahir kelompok perempuan inspiratif yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya membawa semangat hidup sehat, berdaya, dan produktif bagi keluarga serta masyarakat sekitar.

Sumber : https://www.medianasionalpotret.com/poltekkes-tasikmalaya-dorong-pemberdayaan-perempuan-lewat-pelatihan-bangjale/

Mobil Edukasi Keliling (Mobiling) "Hayu Tasik Sehat" Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI ke-80

Pada tanggal 27 Agustus 2025, poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar kegiatan Mobil Edukasi Keliling (Mobiling) bertajuk “Hayu Tasik Sehat” yang berlokasi di Taman Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan.

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang, yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya secara gratis dan mendapatkan edukasi seputar gaya hidup sehat.

Adapun jenis pemeriksaan yang disediakan dalam kegiatan ini meliputi:

Pengukuran antropometri, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut untuk mengetahui status gizi dan risiko penyakit tidak menular.

Pemeriksaan kadar gula darah, sebagai deteksi dini risiko diabetes.

Pemeriksaan kolesterol, untuk memantau kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Pemeriksaan asam urat, guna mencegah gangguan sendi dan penyakit terkait.

Pemeriksaan gigi, sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan mulut.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Tasikmalaya yang memanfaatkan momen ini untuk mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya hidup sehat. Melalui kegiatan ini, P3KM berharap dapat mendorong terbentuknya masyarakat Tasikmalaya yang lebih sehat, sadar akan pentingnya deteksi dini, serta aktif dalam menjaga kebugaran jasmani.

.

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SMART - SEHAT MENTAL REMAJA CERDAS TANGGUH EDUKASI DAN SKRININGKESEHATAN BAGI REMAJA

Pada tanggal 11 Agustus 2025, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam rangka mendukung program Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Terorisme (NAPITER) di wilayah Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini mengusung tema SMART (Sehat Mental Remaja Cerdas Tangguh), yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, ketahanan mental, serta kesehatan fisik dan reproduksi remaja dalam mencegah keterpaparan terhadap ideologi radikalisme.

Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Nurusalam, Desa Kujang, Kabupaten Ciamis, dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang siswi dari lingkungan pesantren. Turut hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan ini antara lain:

Dr. Dini Mariani, S.Kep, Ners, M.Kep. – Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Brigadir Desy Ratna L, S.H. – Perwakilan dari Sat Binmas
• Wiji Subekti, SE. – Perwakilan dari Kesbangpol

Rangkaian kegiatan diawali dengan skrining kesehatan, meliputi:
• Pemeriksaan antropometri (tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh),
• Pemeriksaan tekanan darah,
• Pengukuran kadar hemoglobin (Hb) untuk deteksi dini anemia,
• Skrining kesehatan jiwa untuk menilai kondisi psikologis dan mental remaja.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi tematik yang disampaikan oleh para narasumber:
Brigadir Desy Ratna L, S.H. dengan materi tentang Bela Negara,
• Wiwin Mintarsih P, S.SIT, M.Kes. dengan materi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja,
• Kusmiyati, S.Kp, M.Kes. dengan materi Kesehatan Mental Remaja sebagai bekal menghadapi tantangan era digital dan sosial.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara institusi pendidikan kesehatan, aparat kepolisian, serta lembaga pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang sehat dan cerdas. Melalui pendekatan promotif dan preventif, diharapkan para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

PENYUSUNAN DAN PEMAPARAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PENGABMAS) 2025

Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya telah menyelenggarakan kegiatan Penyusunan dan Pemaparan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) sebagai bagian dari penguatan arah dan strategi riset institusi. Kegiatan ini dilaksanakan di dua wilayah, yaitu:

• Cirebon, pada tanggal 25 Juli 2025
• Tasikmalaya, pada tanggal 30–31 Juli 2025

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan rencana pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat program studi (prodi) dengan visi, misi, dan tujuan institusi, serta isu-isu strategis nasional dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan mutu akademik dan integritas keilmuan, kegiatan ini menghadirkan narasumber dan reviewer ahli dari Universitas Padjadjaran, yaitu:

• Prof. Dr. Deni K. Sunjaya, dr., DESS
• Prof. Dewi Marhaeni D.H., drg., M.Si

Keduanya memberikan arahan, masukan, dan evaluasi terhadap dokumen RIP penelitian dan pengabmas dari masing-masing program studi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
Rangkaian kegiatan meliputi Presentasi dan pemaparan RIP oleh perwakilan masing-masing prodi serta review dan diskusi ilmiah bersama narasumber mengenai kelayakan, konsistensi, dan arah pengembangan riset serta pengabmas jangka menengah hingga panjang
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap program studi memiliki dokumen RIP yang terstruktur, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. RIP yang disusun menjadi acuan utama dalam pelaksanaan dan pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

MOBIL EDUKASI KELILING DALM RANGKA HARI ANAK NASIONAL (HAN) 2025

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya turut berpartisipasi aktif melalui kegiatan Mobil Edukasi Keliling (MOBILING) yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2025 bertempat di Balai Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan edukatif dan promotif di bidang kesehatan kepada anak-anak dan masyarakat umum, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak usia sekolah.

Adapun layanan kesehatan yang diberikan melalui kegiatan MOBILING ini meliputi:

• Pemeriksaan Kesehatan Gigi
Dilakukan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak, serta memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar.
• Pemeriksaan Kadar Gula Darah, Hemoglobin (Hb), dan Kolesterol
Pemeriksaan ini ditujukan untuk masyarakat umum guna mengetahui status kesehatan secara dini, mencegah risiko penyakit kronis, dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pola hidup sehat.
• Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Pemeriksaan IMT dilakukan untuk memantau status gizi anak-anak dan masyarakat umum, serta memberikan edukasi terkait pola makan seimbang dan aktivitas fisik.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang menjadi sasaran utama dalam peringatan Hari Anak Nasional. Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi interaktif dan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.
Melalui kegiatan MOBILING ini, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berharap dapat terus berperan aktif dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat, serta turut menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

📚✨ SCOPUS CAMP WILAYAH CIREBON— 22-24 JULI 2025 ✨📚

Selama tiga hari penuh para dosen dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya semangat mengikuti Scopus Camp Wilayah Cirebon 2025 — sebuah ruang kolaborasi ilmiah untuk menulis, menyusun, dan mempersiapkan publikasi artikel menuju jurnal bereputasi internasional 🌍✍️

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tapi perjalanan intelektual yang memadukan bimbingan ahli, diskusi produktif, dan atmosfer mendukung untuk mendorong semangat publikasi berkualitas tinggi di jurnal Scopus-indexed. 💡📖

Mulai dari penyusunan struktur artikel, pemilihan jurnal yang tepat, teknik parafrase akademik, hingga strategi menjawab reviewer, semua dibedah tuntas dalam suasana yang hangat dan interaktif. 🔍✅

Terima kasih kepada semua peserta dan fasilitator luar biasa yang telah memberikan energi, ilmu, dan kolaborasi terbaiknya. Bersama, kita buktikan bahwa riset Indonesia mampu menembus panggung global. 🇮🇩🌐

#ScopusCampCirebon2025 #ScopusCamp #PublikasiIlmiah #Tasikmalaya #AkademisiIndonesia #JurnalInternasional #ScopusIndexed #RumahScopus #KampusMerdekaRiset #BergerakBersama

KADER SETIANAGERA TASIKMALAYA TINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT LEWAT MEDIA EDUKATIF FLIP CHART

KABAR PRIANGAN – Kader kesehatan Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya mengikuti kegiatan pemberdayaan kader yang diselenggarakan oleh tim pengabdian dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan yang dipimpin oleh Rena Setiana Primawati, SST, M.K.M bersama tim dosen lainnya yaitu drg. Anie Kristiani, M.Pd, Rudi Triyanto, SSIT, MDSc, Winda Fratiwi, SST, M.M.Kes, dan Wahyudin, SST mengambil tema ‘Pemberdayaan Kader Menggunakan Media Flip Chart untuk Meningkatkan Pengetahuan Kader dalam Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut’. Para kader yang hadir diberikan pembekalan pengetahuan praktis serta media edukatif berupa Flip Chart guna meningkatkan pemahaman dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut masyarakat di wilayah binaan masing-masing.

Antusiasme Para Kader

Salah satu peserta, Yanah mengakan kegiatan pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya ini sangat bermanfaat. “Saya jadi lebih paham bagaimana cara menyampaikan edukasi ke warga. Flip chart ini sangat membantu karena visual dan mudah dimengerti,” ujar Yanah.

Flip chart dibuat interaktif sehingga mudah dipahami. Sehingga para kader bisa lebih mudah menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, mulai dari kebiasaan menyikat gigi yang benar hingga pencegahan penyakit gusi. Kegiatan ini juga diisi dengan simulasi simulasi penyuluhan dan diskusi kelompok yang dilakukan oleh para peserta. Hal ini dilakukan untuk memperkuat pemahaman dari para kader.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari kelurahan dan Puskesmas Setianegara. Kepala Kelurahan Setianegara, Ading Ahyar yang turut hadir dalam kegiatan ini berharap para kader mengaplikasikan ilmunya. “Kegiatan seperti ini sangat bagus dan bermanfaat untuk masyarakat. Saya harap para ibu kader tidak hanya berhenti sampai pelatihan saja, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh kepada warga di lingkungannya masing-masing,” ucap Ading.

Komitmen Literasi Kesehatan Masyarakat

Terpisah, Ketua Tim Pelaksana, Rena Setiana Primawati, kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan kader secara berkelanjutan. “Dengan penguasaan materi dan media flip chart, kami berharap para kader menjadi agen perubahan di masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut,” ungkap Rena, pada Senin 21 Juli 2025.Rena berharap, kegiatan serupa akan terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Tasikmalaya.

Sumber Artikel berjudul ” Kader Setianegara Tasikmalaya Tingkatkan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Lewat Media Edukatif Flip Chart Local music concertsBeli vitamin dan suplemen”, selengkapnya dengan link: https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/kabar-priangan/pr-1489513322/kader-kelurahan-setianegara-tingkatkan-pengetahuan-kesehatan-gigi-dan-mulut-melalui-media-edukatif-flip-chart

PENGABDIAN MASYARAKAT - EDUKASI TENTANG PENYAKIT MENULAR DAN PENCEGAHANNYA DI DESA SUKAMAHI KECAMATAN SUKARATU KABUPATEN TASIKMALAYA

Ratusan Masyarakat Padati Poltekkes Tasikmalaya, Antusias Ikuti Fun Run 5K dan Cek Kesehatan Gratis

Tasikmalaya – Suasana berbeda tampak di halaman Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Sabtu pagi (24/6). Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan berbaur dalam kegiatan Fun Run 5K, pemeriksaan kesehatan gratis, dan edukasi digital bertajuk “Kenali Fitur Catatan Kesehatan di Aplikasi Satu Sehat”.

Acara yang digelar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini menjadi momentum sinergi antara aktivitas fisik dan transformasi digital bidang kesehatan. Sejak pukul 06.00 WIB, peserta mulai berdatangan. Start Fun Run dimulai pukul 07.00, dengan rute sejauh lima kilometer mengelilingi kawasan kampus dan sekitarnya. Wajah-wajah penuh semangat menghiasi lintasan, baik dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga, tenaga kesehatan, hingga anak-anak.

Usai berlari, peserta langsung diarahkan menuju tenda pemeriksaan kesehatan. Di titik inilah masyarakat dapat memeriksa tekanan darah, gula darah, kolesterol, indeks massa tubuh (IMT), hingga lingkar perut. Pemeriksaan dilakukan oleh mahasiswa dengan supervisi dosen keperawatan, Gizi dan Rekam Medis serta dari tim prodia memeriksa kadar lemak. Tak hanya diperiksa, peserta juga diberikan konsultasi hasil pemeriksaan dan edukasi tentang pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).

Yang menarik, masyarakat juga dikenalkan dengan aplikasi Satu Sehat, platform digital resmi dari Kementerian Kesehatan. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan edukasi langsung terkait penggunaan aplikasi Satu Sehat, khususnya fitur “Catatan Kesehatan”. Melalui booth interaktif, masyarakat diperkenalkan cara mencatat tekanan darah, kadar gula, aktivitas fisik, indeks massa tubuh, hingga catatan kolesterol secara mandiri. Petugas memberikan panduan memasukkan data dan manfaat integrasi dengan sistem kesehatan nasional.

“Kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya aktif secara fisik, tapi juga sadar akan pentingnya pencatatan data kesehatan pribadi sebagai bagian dari gaya hidup sehat berbasis digital,” ungkap salah satu dosen pengabdian masyarakat.

Selain pemeriksaan kesehatan gratis dan juga edukasi aplikasi Satu Sehat, suasana semakin meriah karena adanya senam pagi dan berbagai doorprize menarik bagi peserta yang beruntung. Tersedia juga booth makanan, serta hiburan musik yang menambah semangat para peserta.

Antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan, layanan kesehatan, dan teknologi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara berkala, sebagai upaya peningkatan literasi kesehatan digital sekaligus promosi gaya hidup sehat dan belajar memantau kondisi kesehatan secara digital melalui aplikasi Satu Sehat di tengah masyarakat.

Tim RMIK Tasikmalaya :                                                            
Dr. Arief Tarmansyah Iman, SKM, M.KM,
Gugun Priyadi, SAP, MKes,
Fery Fadly, MKM,
Dewi Lena SK, MPH,
Diana Barsasella MKM, Ph.D.,
Nely Puspitasari, SKM

Tim Keperawatan Tasikmalaya:
Dr. H. Iwan Somantri, S. Kep. M.Kep,
Dr. Peni Cahyati, Skp, M.Kep.,
Kusmiyati S.Kp, M.Kes,
Ida Rosdiana, SKep, NS, SP.Kep. MB, M.Kep,
Syaukia Adini, Str.Kep, MTr, Kep,

RAPAT KOORDINASI ansit INEY 2025

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dukung Percepatan Penurunan Stunting melalui Kegiatan INEY Fase II
Dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melaksanakan kegiatan awal berupa pertemuan Koordinasi dan Pemaparan Hasil Analisis Situasi di empat kabupaten mitra, yaitu Indramayu, Tasikmalaya, Cirebon, dan Garut.
Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II merupakan inisiatif strategis Pemerintah Indonesia yang didukung oleh hibah dari World Bank, untuk memperkuat intervensi spesifik dan sensitif guna menurunkan angka stunting secara signifikan. Melalui pendampingan teknis dan asistensi program, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya mengambil peran aktif dalam pelaksanaan intervensi spesifik di bidang kesehatan.
Kegiatan Koordinasi dan Analisis Situasi menjadi tahap awal yang sangat penting dalam memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi lokal. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan di empat kabupaten yang menjadi lokus kegiatan Iney yaitu:
• Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu: 12–14 Juni 2025
• Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya: 16 Juni 2025
• Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon: 18–20 Juni 2025
• Dinas Kesehatan Kabupaten Garut: 19–21 Juni 2025

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama antara Kementerian Kesehatan RI dan Poltekkes Kemenkes se-Indonesia, yang bersinergi untuk mendampingi daerah dalam menjalankan program-program percepatan penurunan stunting. Rapat koordinasi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan dan pemerintah daerah, sehingga intervensi berbasis data dan kebutuhan lokal dapat terwujud secara efektif.
Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menyampaikan bahwa peran aktif institusi pendidikan tenaga kesehatan dalam program nasional sangat penting untuk mendukung pencapaian target RPJMN, terutama dalam menurunkan prevalensi stunting. “Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam memperkuat sistem layanan kesehatan masyarakat, khususnya pada seribu hari pertama kehidupan,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat, yang mengapresiasi kehadiran tim dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam memberikan dukungan teknis dan penguatan kapasitas.

Edukasi dan Stimulasi Perkembangan Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Koordinasi Kerjasama Riset Internasional Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya – UCSI Malaysia 2025: Kolaborasi Penelitian Lintas Negara untuk Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi aktif terhadap isu-isu kesehatan global melalui penyelenggaraan kegiatan “Koordinasi Kerjasama Riset Internasional” bersama UCSI University Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi penelitian lintas negara bertajuk “A Comparative Study on the Quality of Life of DM Patients in Indonesia and Malaysia” yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.

Pertemuan koordinasi ini berlangsung dengan penuh semangat dan profesionalisme, dihadiri oleh seluruh tim peneliti dari kedua institusi. Dari pihak Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, kegiatan dihadiri oleh Dr. Asep Kuswandi, S.Kep, Ners, M.Kep, Sp.KMB selaku peneliti utama, beserta tim peneliti yang terdiri dari Dini Mariani, Yanti Cahyati, Dewi Aryanti, Dita Eka Mardiani, Rani Rubiyanti, dan Diana Barsasela. Sementara itu, dari pihak UCSI Malaysia hadir langsung Dr. Junaid, yang akan bertindak sebagai koordinator peneliti dari pihak mitra internasional.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam suasana yang hangat namun produktif, dengan agenda utama membahas teknis pelaksanaan penelitian, pembagian tugas antara peneliti Indonesia dan Malaysia, serta penyusunan rencana anggaran (budgeting) yang akan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan penelitian lintas negara tersebut.

Studi ini dirancang untuk menganalisis dan membandingkan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus (DM) di dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia. Mengingat prevalensi DM yang terus meningkat secara global, termasuk di kawasan Asia Tenggara, penelitian ini diharapkan dapat memberikan data komprehensif yang menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien DM dalam konteks budaya, sosial, dan layanan kesehatan yang berbeda.

Dalam pembahasan teknis, tim menyepakati penggunaan instrumen penelitian yang terstandarisasi secara internasional, seperti WHOQOL-BREF, yang akan diterjemahkan dan disesuaikan dengan konteks lokal masing-masing negara. Selain itu, kesepakatan juga dicapai terkait desain penelitian komparatif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel di fasilitas pelayanan kesehatan primer dan sekunder, serta metode analisis statistik yang akan digunakan untuk membandingkan hasil penelitian dari kedua negara.

Pembagian tugas penelitian dibahas secara mendetail, mulai dari proses pengumpulan data, analisis, hingga penulisan artikel ilmiah bersama. Tim dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya akan fokus pada pengumpulan data dari wilayah Indonesia, sementara tim UCSI Malaysia akan melaksanakan pengumpulan data di Malaysia. Dalam hal analisis data dan penulisan publikasi, kedua tim akan bekerja secara kolaboratif dan paralel dengan membentuk sub-tim lintas negara untuk memastikan keterlibatan dan kontribusi setara dari kedua institusi.

Dalam hal budgeting, disusun rancangan pembiayaan yang mencakup seluruh aspek kegiatan mulai dari koordinasi, pengumpulan data, analisis, hingga publikasi dan diseminasi hasil. Sumber pendanaan direncanakan berasal dari skema hibah penelitian internasional, dengan pembagian beban biaya yang disesuaikan dengan ruang lingkup aktivitas masing-masing pihak.

Kegiatan ini menandai langkah maju Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dalam memperluas jejaring penelitian internasional dan memperkuat kapabilitas dosen dalam menghasilkan riset berkualitas global. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tidak hanya tercapai peningkatan pemahaman terhadap kualitas hidup pasien DM, tetapi juga terbangun ekosistem penelitian yang berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi kesehatan di Indonesia dan Malaysia.

Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari semangat “Bersinergi untuk Globalisasi Ilmu” yang diusung oleh Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, serta menjadi tonggak penting dalam mendukung visi institusi sebagai pusat pendidikan kesehatan yang unggul dan berdaya saing internasional.

Tentang

Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3KM) adalah unit yang bertugas mengelola dan mengembangkan kegiatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian yang relevan di bidang kesehatan dan menjalankan program-program pengabdian yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui P3KM, ilmu dan keterampilan yang dikembangkan di kampus dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat, menciptakan hubungan yang kuat antara institusi pendidikan kesehatan dan masyarakat yang dilayaninya. Harapannya, keberadaan P3KM mampu memperkuat kontribusi Poltekkes Kemenkes dalam mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat secara efektif dan berkesinambungan.

©2024 Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekes Kemenkes Tasikmalaya

Kemenkes Hebat, Indonesia Hebat

p3km@poltekkestasikmalaya.ac.id
0265 – 340186 – 7035678